Percakapan yang dibagikan
Bolehkah Diakoness Diurapi? Panduan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Bolehkah diakoness diurapi sesuai peraturan Gereja Advent hari ketujuh?
Apakah diakoness boleh diurapi sesuai peraturan Gereja Advent hari ketujuh?
AdventAI
Ya, diakoness dapat diurapi sesuai dengan peraturan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Ellen White secara eksplisit merekomendasikan penahbisan wanita yang bersedia mengabdikan waktu mereka untuk pelayanan Tuhan dalam jenis pekerjaan diakoness.
Berikut adalah detail lebih lanjut tentang praktik dan dasar pemikirannya:
Rekomendasi Ellen White
Ellen White merekomendasikan agar wanita yang bersedia mengabdikan sebagian waktu mereka untuk melayani Tuhan ditunjuk untuk mengunjungi orang sakit, mengawasi kaum muda, dan melayani kebutuhan orang miskin. Ia menyatakan bahwa mereka "harus ditetapkan untuk pekerjaan ini dengan doa dan penumpangan tangan". Ia menambahkan bahwa jika mereka adalah wanita yang setia dan memiliki hubungan yang vital dengan Tuhan, mereka akan menjadi kekuatan untuk kebaikan di gereja.
Contoh Penahbisan Historis
Selama pelayanannya di Australia, sejumlah wanita ditahbiskan sebagai diakoness. Pada tanggal 10 Agustus 1895, panitia nominasi di gereja Ashfield di Sydney menyetujui laporan yang merekomendasikan penahbisan, dan para pejabat — termasuk penatua, diaken, dan diakoness — ditetapkan "dengan doa dan penumpangan tangan" oleh Pastor Corliss dan McCullagh. Beberapa tahun kemudian, pada tanggal 7 Januari 1900, di gereja yang sama, W. C. White juga memimpin penahbisan penatua, diaken, dan diakoness.
Peran dan Tugas Diakoness
Kata "diakon" atau "diakoness" berasal dari bahasa Yunani diakonos, yang berarti "pelayan" atau "seseorang yang memberikan pelayanan kepada orang lain". Diakoness di gereja mula-mula memiliki tugas penting, termasuk melayani kebutuhan temporal jemaat, seperti memberikan makanan kepada janda-janda miskin yang terabaikan Acts 6:1-4.
Dalam komentarnya, Dr. A. Clarke menjelaskan bahwa diakoness di gereja mula-mula bertugas mendampingi jemaat wanita saat baptisan, mengajar katekumena (calon baptis), mengunjungi orang sakit dan yang dipenjara, dan melakukan tugas-tugas keagamaan bagi kaum wanita yang tidak pantas dilakukan oleh pria. Mereka dipilih dari wanita yang paling berpengalaman, seringkali janda yang telah memiliki anak, dan ditetapkan dalam jabatan mereka melalui penumpangan tangan. Paul juga menyebut wanita-wanita yang bekerja bersamanya dalam Injil, seperti Febe, yang ia rekomendasikan sebagai "hamba gereja di Kengkrea" (yang diterjemahkan sebagai diakoness) Romans 16:1.
Ellen White juga menyarankan bahwa jika seorang wanita datang dengan masalah rumah tangganya, ia harus diarahkan untuk berbicara dengan diakoness gereja, menunjukkan peran mereka dalam pelayanan pastoral dan dukungan dalam jemaat.
Singkatnya, praktik penahbisan diakoness dengan doa dan penumpangan tangan, serta peran pelayanan penting mereka, didukung oleh ajaran dan contoh dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Sumber · 11
- DG 249.1Daughters of God
- EROW 2.6Exhibits Relating to the Ordination of Women
- ARSH July 31, 1856, page 101.19Advent Review, and Sabbath Herald, vol. 8
- ARSH July 31, 1856, page 101.26Advent Review, and Sabbath Herald, vol. 8
- NPUGleaner December 4, 1907, par. 8North Pacific Union Gleaner
- SITI September 7, 1888, page 552.8The Signs of the Times, vol. 14
- 14LtMs, Ms 14, 1899, par. 17Letters and Manuscripts — Volume 14 (1899)
- 22LtMs, Ms 119, 1907, par. 8Letters and Manuscripts — Volume 22 (1907)
- ETI Mahlah.2Easton's Bible Dictionary
- 17LtMs, Lt 164, 1902, par. 19Letters and Manuscripts — Volume 17 (1902)
- 21MR 97.6Manuscript Releases, vol. 21 [Nos. 1501-1598]