Shared conversation

The Parable of the Two Sons: Repentance vs Empty Profession

Is your faith defined by polite words or by actual obedience?

AdventAI

Pelajaran tentang Matius 21:28-31

AdventAI

Matthew 21:28-31

28 But what think you? A certain man had two sons; and he came to the first, and said, Son, go work to day in my vineyard.

29 He answered and said, I will not: but afterward he repented, and went.

30 And he came to the second, and said likewise. And he answered and said, I go, sir: and went not.

31 Whether of them two did the will of his father? They say to him, The first. Jesus says to them, Truly I say to you, That the publicans and the harlots go into the kingdom of God before you.

AdventAI

Pelajaran utama dari Matius 21:28-31 adalah bahwa ketaatan yang nyata melalui pertobatan jauh lebih berharga di mata Allah daripada sekadar pengakuan iman yang kosong tanpa perbuatan. Melalui perumpamaan tentang dua anak laki-laki ini, Kristus mengajarkan bahwa mereka yang semula hidup dalam dosa tetapi kemudian bertobat akan masuk ke dalam Kerajaan Allah mendahului mereka yang mengaku saleh namun menolak untuk menaati panggilan-Nya.

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai ayat-ayat tersebut:

Panggilan Sang Ayah dan Kebun Anggur

  • Perwakilan Simbolis: Dalam perumpamaan ini, ayah mewakili Allah, sedangkan kebun anggur mewakili gereja-Nya.

  • Perintah untuk Bekerja: Sang ayah memerintahkan kedua anaknya untuk pergi bekerja di kebun anggur hari ini Matthew 21:28. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi pekerja yang aktif dan berbuah bagi Kerajaan-Nya.

Anak Pertama: Pertobatan yang Nyata

  • Penolakan Awal: Anak pertama menjawab dengan kasar, "Aku tidak mau," dan memberikan dirinya pada jalan-jalan yang jahat serta pergaulan yang buruk.

  • Perubahan Pikiran: Setelah itu, ia menyesal dan akhirnya pergi untuk taat Matthew 21:29. Kata yang digunakan untuk "menyesal" di sini berarti perubahan pikiran dan tujuan.

  • Representasi Golongan: Anak ini mewakili para pemungut cukai dan orang berdosa yang hidup dalam pelanggaran terbuka dan tidak mengaku saleh pada mulanya.

  • Tanggapan terhadap Injil: Ketika Yohanes Pembaptis datang dengan pesan pertobatan, golongan ini mengaku dosa mereka, percaya kepada-Nya, dan dibaptis.

Anak Kedua: Ketaatan Palsu

  • Janji yang Kosong: Anak kedua menjawab dengan sopan, "Baik, tuan," tetapi ia sama sekali tidak pergi bekerja Matthew 21:30.

  • Representasi Golongan: Ia mewakili para imam kepala, tua-tua, dan kaum Farisi yang membuat pengakuan iman yang tinggi namun munafik.

  • Roh Upahan: Meskipun mereka menikmati hak istimewa di rumah Allah, mereka bekerja bukan karena kasih, melainkan karena harapan akan pahala, serta menganggap Allah sebagai tuan yang menuntut.

  • Ketegaran Hati: Bahkan setelah melihat bukti pertobatan para pemungut cukai melalui pelayanan Yohanes, para pemimpin agama ini tetap tidak menyesal agar dapat percaya Matthew 21:32.

Prinsip Kebenaran Ilahi

  • Keadilan Allah: Kristus memaksa para pendengar-Nya untuk mengakui bahwa anak pertamalah yang benar-benar melakukan kehendak ayahnya Matthew 21:31.

  • Kerendahan Hati vs Kesombongan: Pelajaran ini menekankan kontras antara mereka yang merasa benar sendiri dan mereka yang rendah hati mengakui dosa mereka. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan Luke 18:14.

  • Penerimaan Terhadap Orang Berdosa: Allah menerima setiap jiwa yang bertobat dengan kasih dan belas kasihan, tidak peduli seberapa dalam mereka telah jatuh ke dalam dosa sebelumnya.

Kebenaran yang menyelematkan sering kali lebih siap diterima oleh orang-orang yang sadar akan kemiskinan spiritual mereka daripada mereka yang merasa tidak membutuhkan tabib rohani. Kesombongan dan kepercayaan pada diri sendiri adalah penghalang terbesar bagi iman sejati kepada Kristus.

Sources · 19
  1. COL 274.4Christ’s Object LessonsEllen Gould White
  2. LTJMB5 70.3The Life and Times of Jesus the Messiah—Book VAlfred Edersheim
  3. HLv 396.3From Heaven With LoveEllen Gould White
  4. 14LtMs, Ms 138, 1899, par. 2Letters and Manuscripts — Volume 14 (1899)Ellen Gould White
  5. 2SP 55.2The Spirit of Prophecy, vol. 2Ellen Gould White
  6. RH January 14, 1873, par. 13The Review and HeraldEllen Gould White
  7. 14LtMs, Ms 88, 1899, par. 15Letters and Manuscripts — Volume 14 (1899)Ellen Gould White
  8. ST February 10, 1898, par. 10The Signs of the TimesEllen Gould White
  9. COL 209.3Christ’s Object LessonsEllen Gould White
  10. GCB December 1, 1895, Art. A, par. 22The General Conference BulletinEllen Gould White
  11. PTUK September 7, 1893, page 353.7The Present Truth, vol. 9Ellet Joseph Waggoner
  12. LTJMB4 235.2The Life and Times of Jesus the Messiah—Book IVAlfred Edersheim
  13. LTJMB4 240.1The Life and Times of Jesus the Messiah—Book IVAlfred Edersheim
  14. GW 506.1Gospel Workers (1915 ed.)Ellen Gould White
  15. 8LtMs, Lt 48, 1893, par. 33Letters and Manuscripts — Volume 8 (1893)Ellen Gould White
  16. 7MR 310.2Manuscript Releases, vol. 7 [Nos. 419-525]Ellen Gould White
  17. ARSH June 26, 1855, page 252.14The Advent Review, and Sabbath Herald, vol. 6The Advent Review and Sabbath Herald
  18. SITI February 24, 1888, page 119.6The Signs of the Times, vol. 14Ellet Joseph Waggoner
  19. SITI August 18, 1890, page 450.38The Signs of the Times, vol. 16Ellet Joseph Waggoner