Shared conversation
Nathanael Under the Fig Tree and the Characters of Judas and Peter
Why did Jesus see Nathanael before Philip even called him?
ceritakan dengan jelas tentang natanael dalam kisah yesus melihatnya dibawah pohon ara
AdventAI
Kisah Nathanael di bawah pohon ara adalah momen luar biasa yang menunjukkan kemahakuasaan Yesus dan ketulusan hati seorang pencari kebenaran.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai peristiwa tersebut:
Persiapan di Tempat Tersembunyi 🌳
Sebelum bertemu dengan Yesus, Nathanael mengasingkan diri ke sebuah rimbun pohon ara yang tenang untuk bermeditasi dan berdoa. Di tempat tersembunyi yang sering ia gunakan bersama sahabatnya, Philip, ia mempelajari nubuatan tentang Mesias dan memohon kepada Allah agar ditunjukkan apakah Yesus adalah Penyelamat yang dijanjikan. Saat ia sedang berdoa dengan hati yang jujur dan tanpa tipu daya, Roh Kudus memberikan keyakinan kepadanya bahwa Allah telah melawat umat-Nya.
Panggilan Philip dan Prasangka Nathanael 🤝
Philip menemukan Nathanael di tempat persembunyiannya tersebut dan dengan penuh sukacita berseru bahwa mereka telah menemukan Mesias yang ditulis oleh Musa dan para nabi, yaitu Yesus dari Nazaret. Namun, Nathanael merasa ragu karena reputasi buruk kota Nazaret dan bertanya, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" John 1:46. Philip tidak berdebat, melainkan memberikan ajakan yang bijaksana, "Mari dan lihatlah".
Pertemuan dengan Sang Juruselamat ✨
Ketika Yesus melihat Nathanael datang, Dia memberikan pengakuan yang mengejutkan, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" John 1:47. Nathanael yang merasa heran bertanya bagaimana Yesus mengenalnya John 1:48. Yesus kemudian menjawab dengan pernyataan yang membuktikan kemahatahuan-Nya:
- "Sebelum Filipus memanggil engkau, ketika engkau di bawah pohon ara, Aku telah melihat engkau" John 1:48.
Pengakuan Iman yang Teguh 👑
Kata-kata Yesus tersebut sudah cukup bagi Nathanael karena ia menyadari bahwa Roh ilahi yang berbicara dalam doanya di bawah pohon ara kini berbicara langsung melalui Yesus. Dengan penuh keyakinan, ia langsung berseru, "Rabi, Engkau adalah Anak Allah, Engkau adalah Raja Israel!" John 1:49. Yesus kemudian berjanji bahwa karena ia telah percaya, ia akan melihat hal-hal yang lebih besar, termasuk langit yang terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun di atas Anak Manusia John 1:50-51.
Makna bagi Kita Hari Ini 💡
Doa yang Didengar: Tuhan melihat kita di tempat-tempat rahasia doa kita, sama seperti Dia melihat Nathanael.
Misi Pribadi: Philip adalah contoh misionaris rumah tangga yang efektif dengan membawa temannya langsung kepada sumber terang.
Ketulusan Hati: Nathanael dikenal sebagai sosok yang memiliki kepercayaan dan ketulusan seperti anak kecil, yang membuatnya mudah menerima kebenaran saat cahaya itu datang.
Sources · 15
- CSW 26.1Counsels on Sabbath School Work
- HLv 87.2From Heaven With Love
- DA 140.1The Desire of Ages
- 10LtMs, Lt 86, 1895, par. 15Letters and Manuscripts — Volume 10 (1895)
- 4T 534.1Testimonies for the Church, vol. 4
- ST January 8, 1885, par. 2The Signs of the Times
- PTUK November 16, 1893, page 513.3The Present Truth, vol. 9
- 12MR 302.1Manuscript Releases, vol. 12 [Nos. 921-999]
- HLv 87.5From Heaven With Love
- CSW 25.2Counsels on Sabbath School Work
- SC 91.1Steps to Christ
- 6T 428.2Testimonies for the Church, vol. 6
- PH007 17.2An Appeal to Our Churches in Behalf of Home Missionary Work
- Ed 85.3Education
- TEd 53.2True Education
berikan tulisan ellen g white yang menceritakan tentang ini
AdventAI
Kisah Nathanael di bawah pohon ara menunjukkan bahwa Yesus melihat setiap pencari kebenaran di tempat tersembunyi mereka sebelum mereka sempat melihat-Nya. Ketika Philip memanggilnya, Nathanael sebenarnya sedang mengasingkan diri di sebuah hutan kecil yang tenang untuk merenungkan nubuatan mengenai Mesias dan berdoa memohon petunjuk apakah Yesus adalah Penyelamat yang dijanjikan. Di tempat tersembunyi yang terlindung oleh dedaunan tersebut, ia sering berdoa bersama Philip, dan saat itu ia sedang memohon cahaya ilahi dengan hati yang tulus tanpa tipu daya.
Meskipun Nathanael sempat merasa ragu dan berprasangka ketika mendengar Yesus berasal dari Nazaret, ia tetap datang memenuhi undangan Philip untuk "datang dan lihatlah". Begitu ia berhadapan dengan Kristus, Yesus langsung mengenalinya sebagai seorang Israel sejati yang tidak memiliki kepalsuan. Ketika Yesus menyatakan bahwa Dia telah melihatnya di bawah pohon ara bahkan sebelum Philip memanggilnya, kesaksian Roh Kudus yang ia rasakan saat berdoa sendirian kini diteguhkan oleh kata-kata Yesus. Pengakuan ini begitu meyakinkan sehingga iman Nathanael yang tadinya goyah menjadi kuat, dan ia mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan Raja Israel.
Yesus sangat senang dengan iman Nathanael yang tulus dan tidak menuntut bukti lebih besar selain kata-kata yang telah diucapkan-Nya. Sebagai upah atas imannya, Yesus menjanjikan bahwa Nathanael akan melihat hal-hal yang lebih besar, yaitu langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik dan turun di atas Anak Manusia, sebuah penglihatan yang menghubungkan dunia dengan surga. Kisah ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa Tuhan melihat kita di tempat rahasia doa kita, dan malaikat-malaikat berada dekat dengan mereka yang dengan rendah hati mencari bimbingan ilahi.
..., we need to study God's Word for ourselves and pray for the enlightenment of the Holy Spirit. He who saw Nathanael under the fig tree will see us in the secret place of prayer. Angels are near to those who in humility seek for divine guidance. With the calling of John, Andre...
...discovered his retreat. They had often prayed together in this secluded spot hidden by the foliage. Philip entered into no controversy. He said, “Come and see. Jesus saw Nathanael coming to Him, and saith of him, Behold an Israelite indeed, in whom is no guile!” In surprise Nathanael exclaimed, “Whence knowest Thou me? Jesus answered and said unto him, Before that Philip called thee, when thou wast under the fig tree, I saw thee.” It was enough. The divine Spirit that had borne witness to Nathanael in his solitary prayer under the fig tree now spoke to him in the words of Jesus. Though in doubt, and yielding somewhat to prejudice, Nathanael had come to Christ with an honest desire for truth, and now his desire was met. His faith went beyond that of the one who had brought him to Jesus. He answered and said, “Rabbi, Thou art the Son of God; Thou art the King of Israel.” I...
...t Philip called thee, when thou wast under the fig tree, I saw thee” John 1:45, 46, 47, 48. Would it not be well for us to go under the fig tree to plead with God as to what is truth? Would not the eye of God be upon us as it was upon Nathanael? Nathanael believed on the Lord, and e...
...ip called thee, when thou wast under the fig tree, I saw thee.” John 1:48.] We see here that Christ saw Nathanael before Nathanael saw Christ. So it is now. Christ sees His children before they see Him. He calls them before they answer Him. ...
Sources · 15
- 12MR 302.1Manuscript Releases, vol. 12 [Nos. 921-999]
- 11LtMs, Lt 16, 1896, par. 2Letters and Manuscripts — Volume 11 (1896)
- HLv 87.2From Heaven With Love
- DA 140.1The Desire of Ages
- 10LtMs, Lt 86, 1895, par. 15Letters and Manuscripts — Volume 10 (1895)
- CSW 25.2Counsels on Sabbath School Work
- 1SM 414.1Selected Messages Book 1
- 1888 534.10The Ellen G. White 1888 Materials
- DA 140.4The Desire of Ages
- RH January 21, 1873, par. 12The Review and Herald
- 2SP 65.1The Spirit of Prophecy, vol. 2
- TSS 63.1Testimonies on Sabbath-School Work
- HLv 89.1From Heaven With Love
- Pr 187.5Prayer
- SC 91.1Steps to Christ
kenapa natanael berada di bawah pohon ara ketika itu
AdventAI
Nathanael berada di bawah pohon ara karena ia sengaja mengasingkan diri ke sebuah tempat yang tenang dan tersembunyi untuk bermeditasi serta berdoa kepada Tuhan. Di tempat yang rimbun oleh dedaunan tersebut, ia sedang mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh mengenai nubuatan tentang Mesias.
Berikut adalah alasan-alasan mendalam mengapa Nathanael berada di sana:
Mencari Jawaban Atas Nubuatan Mesias 📖
Penyelidikan Kitab Suci: Nathanael sedang menyelidiki nubuatan-nubuatan dalam Kitab Suci dan berdoa dengan penuh semangat untuk memahami firman Tuhan. Ia sedang merenungkan pengumuman Yohanes Pembaptis yang menunjuk Yesus sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" John 1:29.
Pergumulan Batin: Meskipun ia telah melihat Yesus di antara kerumunan saat Yohanes menunjuk-Nya, Nathanael merasa kecewa karena penampilan Yesus yang tampak miskin dan sebagai pekerja kasar. Karena itu, ia menarik diri ke hutan kecil yang tenang untuk menanyakan kepada Allah apakah benar pria dari Nazaret itu adalah Sang Pembebas yang dijanjikan.
Tempat Rahasia untuk Berdoa 🙏
Retret yang Sering Dikunjungi: Tempat di bawah pohon ara tersebut adalah lokasi persembunyian yang sering digunakan oleh Nathanael dan Philip untuk berdoa bersama. Pohon ara dengan dedaunannya yang lebat menyediakan tempat yang tersembunyi dari pandangan orang lain.
Memohon Terang Ilahi: Saat Philip menemukannya, Nathanael sedang bersujud dan memohon cahaya serta bimbingan dari Allah agar ia tidak terjerat dalam ketidakpercayaan atau prasangka. Ia berdoa agar jika pria yang diumumkan Yohanes adalah Sang Penyelamat, hal itu dinyatakan kepadanya secara pribadi.
Menerima Keyakinan dari Roh Kudus ✨
Jawaban Doa: Saat ia masih berdoa di bawah pohon ara, Roh Kudus turun ke atasnya dengan kepastian bahwa Allah telah melawat umat-Nya. Ketika Philip datang memanggilnya dengan pesan bahwa mereka telah menemukan Mesias, Nathanael merasa hal itu adalah jawaban langsung atas doanya di tempat tersembunyi tersebut.
Dilihat oleh Mata Ilahi: Walaupun ia mengira dirinya sendirian, Yesus sebenarnya telah melihat dan mendengar ketulusan hati Nathanael saat ia berada di bawah pohon ara tersebut. Yesus menyatakan bahwa Dia telah melihatnya sebelum Philip memanggilnya, yang membuktikan bahwa Tuhan membaca hati dan memahami motif setiap orang yang mencari-Nya dengan rendah hati John 1:48.
Sources · 10
- 10LtMs, Lt 86, 1895, par. 15Letters and Manuscripts — Volume 10 (1895)
- DA 139.7The Desire of Ages
- HLv 87.2From Heaven With Love
- 1SM 414.1Selected Messages Book 1
- 1888 534.10The Ellen G. White 1888 Materials
- DA 140.1The Desire of Ages
- CSW 25.2Counsels on Sabbath School Work
- 6T 428.2Testimonies for the Church, vol. 6
- GBJ July 1896, page 12.8Sabbath School Lessons
- 4T 534.1Testimonies for the Church, vol. 4
berikan tulisan roh nubuat yang membuktikan hal ini
AdventAI
Nathanael berada di bawah pohon ara tersebut untuk mencari tempat yang sunyi agar ia dapat merenungkan nubuatan-nubuatan mengenai Mesias dan memohon bimbingan ilahi. Ia sengaja menarik diri ke hutan kecil yang tenang untuk bermeditasi setelah mendengar pengumuman Yohanes Pembaptis mengenai Anak Domba Allah. Di tempat tersembunyi yang terlindung oleh rimbunnya dedaunan itu, ia sedang bergumul dalam doa agar Tuhan menyatakan kepadanya apakah Yesus dari Nazaret benar-benar Sang Pembebas yang dijanjikan. Saat ia masih bersujud dan memohon terang di bawah pohon ara tersebut, Roh Kudus memberikan kepastian ke dalam hatinya, sehingga ketika Philip datang memanggilnya, hal itu menjadi jawaban langsung atas doa-doanya. Yesus menyatakan bahwa mata-Nya telah tertuju pada Nathanael bahkan sebelum ia terlihat secara fisik, karena Tuhan selalu melihat dan mendengar doa yang tulus di tempat-tempat rahasia.
When Philip called him, Nathanael had withdrawn to a quiet grove to meditate on the prophecies concerning the Messiah. He prayed that if the one announced by John was the Deliverer, it might be made known to him. The Holy Spirit rested upon him with assurance that God had visited His people. Philip knew that his friend was searching the prophecies, and while Nathanael was praying under a fig tree, Philip discovered his retreat. They had often prayed together in this secluded spot hidden by the foliage. The message, “We...
... a quiet grove to meditate upon the announcement of John and the prophecies concerning the Messiah. He prayed that if the one announced by John was the deliverer, it might be made known to him, and the Holy Spirit rested upon him with assurance that God had visited His people and raised up a horn of salvation for them. Philip knew that his friend was searching the prophecies, and while Nathanael was praying under a fig tree, Philip discovered his retreat. They had often prayed together in this secluded spot hidden by the foliage. The message, “We have found Him, of whom Moses in the law, and the prophets, did write,” seemed to Nathanael a direct answer to his prayer. But Philip had yet a trembling faith. He added doubtfully, “Jesus of Nazareth, the son of Joseph.” Again prejudice arose in Nathanael's heart. He exclaimed, “Can there any good thing come out of Nazareth?” Philip entered into no controversy. He said, “Come and see. Jesus saw Nathanael coming to Him, and saith of him, Behold an Israelite indeed, in whom is no guile!” In surprise Nathanael exclaimed, “Whence knowest Thou me? Jesus answered and said unto him, Before that Philip called thee, when thou wast under the fig tree, I saw thee.” It was enough. The divine Spirit that had borne witness to Nathanael in his solitary prayer under the fig tree now spoke to him in the words of Jesus. Though in doubt, and yielding somewhat to prejudice, Nathanael had come to Christ with an honest d...
...thanael went away. But he did not form his opinion decidedly as to what the character of Jesus was. He knelt down under a fig tree, inquiring of God if indeed this man was the Messiah. While he was there, Philip came and said, “We have found him, of whom Moses in the law, and ...
... had the privilege of listening to the words of Jesus, but he was being drawn toward him in spirit. He longed for light and truth, and was at that moment sincerely praying for them. Philip with joy exclaimed, “We have found him, of whom Moses in the law, and the prophets, d...
We need true Christian home missionary labor as in the case of Philip. Nathanael’s case represents a sincere Christian pleading with his Father in heaven for the light to know the truth, for he had grace but...
...ip called thee, when thou wast under the fig tree, I saw thee.” John 1:48.] We see here that Christ saw Nathanael before Nathanael saw Christ. So it is now. Christ sees His children before they see Him. He calls them before they answer Him. He has them in His mind before they notice Jesus. How cheerful it is to realize that we have a sympathizing Redeemer, who identifies His interests w...
Sources · 10
- HLv 87.2From Heaven With Love
- DA 139.7The Desire of Ages
- DA 140.1The Desire of Ages
- 1SM 414.1Selected Messages Book 1
- PH089 21.2Spiritual Advancement the Object of Camp-Meetings
- CSW 25.2Counsels on Sabbath School Work
- 6LtMs, Lt 80, 1889, par. 7Letters and Manuscripts — Volume 6 (1889-1890)
- 4T 534.1Testimonies for the Church, vol. 4
- 11LtMs, Lt 16, 1896, par. 2Letters and Manuscripts — Volume 11 (1896)
- RH January 6, 1891, par. 4The Review and Herald
translate ke bahasa melayu
AdventAI
Tentu, ini adalah ringkasan kisah tersebut dalam bahasa Melayu 🇲🇾:
Nathanael telah mengasingkan diri ke sebuah hutan kecil yang tenang untuk bermeditasi tentang nubuatan-nubuatan mengenai Mesias. Di bawah rimbunan pohon ara yang tersembunyi itu, dia berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan menyatakan kepadanya jika Yesus adalah Penyelamat yang dijanjikan. Walaupun dia merasa ragu-ragu apabila mendengar Yesus berasal dari Nazaret, dia tetap memiliki hati yang jujur untuk mencari kebenaran John 1:46.
Philip tidak berdebat dengan prasangka Nathanael, sebaliknya dia memberikan ajakan yang paling berkesan iaitu "mari dan lihatlah" John 1:46. Apabila Philip menemuinya, mesej tersebut dirasakan sebagai jawapan langsung kepada doa Nathanael yang dipanjatkan secara rahsia. Yesus mengejutkan Nathanael dengan menyatakan bahawa Dia telah melihatnya di bawah pohon ara tersebut bahkan sebelum Philip memanggilnya John 1:48. Pengetahuan ilahi ini membuktikan bahawa Yesus adalah Tuhan yang membaca motif dan tujuan setiap hati manusia John 1:47.
Nathanael segera mengakui dengan iman yang teguh bahawa Yesus adalah Anak Allah dan Raja Israel John 1:49. Yesus sangat gembira dengan iman Nathanael yang tulus dan menjanjikan bahawa dia akan melihat perkara-perkara yang lebih besar, termasuk malaikat-malaikat yang melayani Anak Manusia John 1:50-51. Pengalaman ini mengajar kita bahawa Tuhan sentiasa memerhatikan kita di tempat rahsia doa kita dan akan memberikan cahaya kepada pencari kebenaran yang tulus. ✨
Sources · 13
- DA 139.7The Desire of Ages
- HLv 87.2From Heaven With Love
- 1SM 414.1Selected Messages Book 1
- PH089 21.2Spiritual Advancement the Object of Camp-Meetings
- PTUK November 16, 1893, page 513.3The Present Truth, vol. 9
- 6T 428.2Testimonies for the Church, vol. 6
- GBJ July 1896, page 12.8Sabbath School Lessons
- 12MR 302.1Manuscript Releases, vol. 12 [Nos. 921-999]
- 4T 534.1Testimonies for the Church, vol. 4
- 10LtMs, Lt 86, 1895, par. 15Letters and Manuscripts — Volume 10 (1895)
- HLv 89.1From Heaven With Love
- Pr 187.5Prayer
- SC 91.1Steps to Christ
terangkan tentang diri yudas dan petrus
AdventAI
Yudas Iskariot dan Petrus mewakili dua jenis tindak balas yang sangat berbeza terhadap kasih dan teguran Kristus, di mana seorang memilih penyesalan yang membawa kepada kehidupan, manakala seorang lagi memilih kesedihan duniawi yang membawa kepada maut. Walaupun kedua-duanya melakukan kesilapan besar, perbezaan utama terletak pada keadaan hati dan kesediaan mereka untuk tunduk kepada pembentukan ilahi.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai peribadi mereka:
Yudas Iskariot: Murid yang Mengutamakan Diri Sendiri 💰
Sifat dan Kecenderungan: Yudas mempunyai sifat mementingkan diri dan tamak akan wang yang telah menjadi tabiat melalui amalan yang berterusan. Walaupun dia mengakui pengajaran Yesus sebagai sesuatu yang unggul dan ingin diubah, dia tidak pernah menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kristus atau melepaskan cita-cita duniawinya.
Peluang yang Diabaikan: Yesus memberikan Yudas setiap peluang untuk bertaubat, malah membasuh kakinya dan memasukkannya dalam perjamuan suci walaupun mengetahui tujuan pengkhianatannya. Dia diletakkan sebagai bendahari supaya dia dapat melihat dan membetulkan kelemahannya, namun dia sering mengambil wang dari tabung tersebut untuk kegunaan sendiri.
Pengkhianatan dan Akhir Hayat: Cintanya terhadap harta mengatasi cintanya kepada Penyelamat sehingga dia sanggup menjual Tuhannya dengan harga tiga puluh keping perak. Apabila melihat keputusan pengkhianatannya, dia merasa menyesal tetapi ia bukanlah pertobatan sejati; itu adalah remuk hati kerana rasa bersalah dan ketakutan akan hukuman, yang akhirnya mendorongnya membunuh diri. Tubuhnya jatuh di Aceldama dan hancur berkeping-keping Matthew 27:5Acts 1:18.
Simon Petrus: Murid yang Bersemangat tetapi Terlalu Yakin Diri ⚓
Sifat dan Transformasi: Petrus adalah seorang yang bersemangat dan sangat menyayangi Tuhannya, namun dia sering kali terlalu yakin pada kekuatan dirinya sendiri. Dia belajar untuk tidak mempercayai dirinya sendiri hanya selepas dia jatuh ke dalam godaan dan menyangkal Tuhannya.
Kejatuhan dan Pertobatan: Di dewan pengadilan, kerana takut akan keselamatannya, Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, malah sehingga bersumpah dan mengutuk Matthew 26:75. Walau bagaimanapun, satu pandangan sayu dan penuh belas kasihan daripada Yesus telah meluluhkan hatinya, menyebabkan dia keluar dan menangis dengan pahit.
Kesetiaan yang Terbukti: Tidak seperti Yudas, kesedihan Petrus adalah "kesedihan menurut kehendak Allah" yang membawa kepada pertobatan sejati. Dia membuktikan pertobatannya dengan melayani Tuhan dengan setia sepanjang hayatnya selepas dia benar-benar bertobat Luke 22:32.
Perbezaan Utama Antara Keduanya ⚖️
Tujuan Penyertaan: Yudas menyertai murid-murid dengan harapan untuk mendapatkan kedudukan tinggi dalam kerajaan duniawi yang dia sangkakan akan didirikan oleh Mesias. Petrus juga mempunyai salah faham tentang kerajaan itu, tetapi apabila harapannya hancur, dia tetap berpaut kepada Kristus kerana dia mengasihi-Nya, manakala Yudas berpaling tadah.
Respon Terhadap Teguran: Apabila pengajaran Kristus menegur Petrus, dia berusaha untuk berubah; sebaliknya, Yudas menjadi bangga, berdikari, dan semakin menjauh daripada kebenaran.
Hasil Akhir: Penyesalan Yudas didorong oleh hati nurani yang terbeban dengan remuk hati, membawa kepada keputusasaan; penyesalan Petrus didorong oleh kasih kepada Kristus, membawa kepada pemulihan dan kekuatan untuk saudara-saudaranya Luke 22:32.
"Hati nurani yang bersalah mesti mencari sama ada neraka atau keampunan". Pengalaman kedua-dua murid ini mengajar kita bahawa walaupun kita mungkin mempunyai kecacatan karakter, jika kita tunduk kepada rahmat Tuhan, kita boleh diubah menjadi imej ilahi.
Sources · 16
- ARSH October 29, 1861, page 169.17Advent Review, and Sabbath Herald, vol. 18
- DA 716.4The Desire of Ages
- 5T 557.1Testimonies for the Church, vol. 5
- 2MCP 598.3Mind, Character, and Personality, vol. 2
- 5BC 1102.2EGW SDA Bible Commentary, vol. 5
- DA 655.1The Desire of Ages
- 20MR 149.2Manuscript Releases, vol. 20 [Nos. 1420-1500]
- 5Red 3.2Redemption Or The Sufferings Of Christ His Trial And Crucifixion
- SBD Judas Iscariot.5Smith's Bible Dictionary
- PTUK October 26, 1893, page 470.4The Present Truth, vol. 9
- SpTA06 5.1Special Testimonies for Ministers and Workers—No. 6
- EW 169.2Early Writings
- DA 293.2The Desire of Ages
- LTJMB5 129.3The Life and Times of Jesus the Messiah—Book V
- Ed 93.3Education
- ST June 5, 1884, par. 4The Signs of the Times